Buruh Menuntut Reformasi Jaminan Sosial

HARI BURUH INTERNASIONAL
Jumat, 30 April 2010 | 04:46 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/30/04462259/buruh.menuntut.reformasi.jaminan.sosial

Jakarta, Kompas – Puluhan ribu buruh bersama dengan sejumlah elemen kemasyarakatan dan kemahasiswaan dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akan berunjuk rasa menuntut reformasi sistem jaminan sosial sambil merayakan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Sabtu (1/5). Mereka menuntut pemerintah segera merealisasikan berbagai regulasi yang dibutuhkan untuk menjalankan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Komite Aksi Jaminan Sosial yang beranggotakan 54 elemen serikat pekerja/serikat buruh, organisasi kemasyarakatan, dan kemahasiswaan akan mengorganisasi aksi damai itu di Istana Merdeka. Massa mendesak pemerintah dan DPR tak menunda-nunda pelaksanaan SJSN.

Sekretaris Jenderal Komite Aksi Jaminan Sosial Said Iqbal di Jakarta, Kamis, meminta dukungan tokoh masyarakat dan tokoh organisasi keagamaan. Mereka juga harus mendukung SJSN yang akan melindungi rakyat Indonesia, tidak hanya kaum pekerja semata.

”Presiden telah melanggar konstitusi dengan lima tahun mengabaikan Undang-Undang No 40/2004. Kami akan membentuk rantai manusia mengelilingi istana untuk meyakinkan pemerintah bahwa SJSN sama pentingnya dengan kasus Bibit-Chandra atau Bank Century,” tutur Iqbal.

Bersamaan dengan aksi di Jakarta, ribuan pendukung Komite Aksi Jaminan Sosial juga akan berunjuk rasa dengan isu serupa di semua kota besar di Pulau Jawa. Sampai saat ini, Komite Aksi Jaminan Sosial sudah menerima surat dukungan dari puluhan anggota DPRD.

Selain menggalang dukungan dari 100 kabupaten/kota di 20 provinsi, Komite Aksi Jaminan Sosial juga akan mengumpulkan 25 juta tanda tangan dalam petisi rakyat untuk mendesak pemerintah. ”Kami juga telah mencetak 1 juta selebaran informasi tentang SJSN yang akan disebar dan setiap orang boleh menggandakan untuk disebar lagi kepada orang lain agar mereka paham kenapa isu ini penting bagi rakyat,” papar Iqbal.

Ketua Umum Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Metal Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Harjono menambahkan, aksi tersebut bertujuan menekan pemerintah agar lebih serius melindungi rakyat. Program Jamsostek baru melindungi 24 persen pekerja dan sisanya masih belum memiliki jaminan sosial.

Reaksi berlebihan

Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan, polisi mulai mendatangi pertemuan-pertemuan serikat pekerja dan menanyai anggota staf mereka. ”Pemerintah semestinya tidak bereaksi berlebihan karena ini aksi damai mendorong realisasi SJSN tanpa diskriminasi dan pembatasan layanan bagi rakyat,” tutur Timboel.

Sementara itu, ditemui di Balai Kota, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta para buruh agar berunjuk rasa secara damai pada peringatan Hari Buruh, 1 Mei, mendatang. Mereka dipersilakan mengungkapkan aspirasi mereka di Jakarta, tetapi dilarang merusak fasilitas kota.

”Kota ini milik semua warga Jakarta sehingga harus dijaga bersama. Kekerasan dan perusakan dalam bentuk apa pun justru akan merugikan semua pihak,” kata Fauzi Bowo.

Menurut Fauzi, semua pihak harus belajar dari kondisi Thailand yang menjadi tidak stabil akibat unjuk rasa berlebihan. Kondisi tidak stabil itu membuat seluruh warga Kota Bangkok dan rakyat Thailand rugi karena investor dan wisatawan pergi.

Pada kasus di Indonesia, kerusuhan di Koja, Jakarta Utara, dan Batam juga menjadi pukulan tersendiri bagi iklim investasi dan perekonomian. Kasus kekerasan itu tidak perlu terjadi pada Hari Buruh.

100.000 buruh

Sementara itu, Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Kamis kemarin, mengabarkan perkembangan terbaru bahwa sekitar 100.000 buruh akan turun ke jalan memperingati Hari Buruh pada 1 Mei di Jakarta. Jumlah organisasi massa termasuk organisasi buruh yang sudah memberi tahu polisi untuk mengadakan aksi bertambah dari sembilan organisasi menjadi 11 organisasi.

”Kami menyiapkan 15.000 petugas untuk mengawal aksi demo mulai dari titik berangkat, perjalanan, hingga tempat mereka menyampaikan orasi,” kata Boy.

Polisi tak akan menghalangi para buruh dari sekitar Jakarta masuk Ibu Kota, tetapi mereka diminta tetap tertib berlalu lintas dan saat beraksi. ”Tak ada tindakan menghalangi rencana teman-teman pekerja untuk memperingati Hari Buruh,” ungkapnya.

Polisi memperkirakan, para buruh dari pinggir Jakarta akan masuk ke Jakarta menuju sasaran, Istana Negara, Istana Wapres, Gedung DPR, Kantor Jamsostek, Kantor Kementerian Tenaga Kerja, dan Bundaran Hotel Indonesia. Selain menjaga tempat-tempat itu, polisi secara khusus akan menjaga pabrik-pabrik yang pada tahun lalu kerap menjadi sasaran razia buruh untuk mengajak rekannya ikut berdemo. (ham/eca/TRI/cas)




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: